Sabtu, 10 November 2018

KEASAMAN DAN KEBASAAN SENYAWA ORGANIK

Ukuran atau derajat kelarutan suatu asam atau basa dalam pelarut air dengan kondisi standar dinamakan dengan pKa. Dengan diketahui nilai pKa, maka dapat ditentukan suatu senyawa bersifat asam atau basa. Semakin kecil nilai pKa dari suatu senyawa maka senyawa tersebut semakin bersifat asam. Seringkali dalam penentuan keasaman atau kebasaan suatu senyawa tidak diketahui nilai pKa-nya, sehingga diperlukan suatu cara untuk memprediksikan tren keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Dalam hal ini yang memainkan peranan yaitu berbagi pasangan elektron dengan proton, menghasilkan ikatan baru pada proton itu.
Sebuah molekul yang lebih mudah menyumbangkan elektron disebut dengan basa kuat. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan molekul untuk menyumbangkan elektron. Faktor yang paling umum adalah resonansi, jari-jari atom, elektronegativitas dan efek induksi.

1. Resonansi 
       Suatu molekul dikatakan memiliki resonansi ketika strukturnya tidak dapat dijelaskan oleh struktur Lewis tunggal. Hubungannya dengan sifat kebasaan, yaitu resonansi dapat mendelokalisasi pasangan elektron yang dapat digunakan oleh basa untuk membentuk ikatan baru dengan proton. Delokalisasi ini meningkatkan stabilitas kebasaan . Stabilitas yang lebih besar menghasilkan reaktivitas yang lebih rendah. Karena basa yang lebih lemah memiliki asam konjugasi yang lebih kuat, suatu senyawa yang basa konjugatnya memiliki stabilisasi resonansi akan memiliki sifat lebih asam.
Sebagai contoh, yaitu untuk menentukan mana yang lebih asam antara etanol dan asam asetat ditinjau dari resonansi

Dari gambar di atas, terlihat bahwa deprotonasi etanol menghasilkan ion etoksida, yang tidak memiliki resonansi. Sementara itu, deprotonasi asam asetat memberi ion asetat yang memiliki resonansi. Karena ion asetat memiliki resonansi yang mendelokalisasi pasangan elektron untuk dibagikan dengan ion proton, sementara etoksida tidak, maka ion asetat lebih basa lemah dibandingkan  ion etoksida. Mengingat bahwa basa lemah memiliki asam konjugasi yang lebih kuat, dapat disimpulkan bahwa asam asetat adalah asam yang lebih kuat daripada etanol. Nilai pKa yang sebenarnya untuk asam asetat adalah 4,76 (asam kuat) dan untuk etanol pKa adalah 15,9 (asam lemah).


2. Elektronegativitas

        Elektronegativitas merupakan ukuran kemampuan suatu atom dalam menarik elektron. Atom dengan elektronegativitas tinggi akan cenderung kurang mau berbagi pasangan elektron dengan proton. Dengan demikian, tingginya elektronegativitas suatu atom yang berbagi pasangan elektron maka akan menurunkan kebasaan. Basa lemah memiliki asam konjugasi yang lebih kuat, sehingga elektronegativitas suatu atom akan meningkatkan keasaman.
Sebagai contoh, dalam membandingkan mana yang lebih basa antara CH4 dan HF. Caranya yaitu dengan mengubah setiap asam menjadi basa konjugasinya, dan pertimbangkan kemampuan basa konjugasi untuk berbagi pasangan elektron.
Pada contoh di atas untuk basa konjugasinya, karbon (C)  merupakan kurang elektronegatif  karena paling mudah menyumbangkan elektron jika dibandingkan dengan F yang paling enggan menyumbangkan elektron. Dari hal ini diketahui bahwa kebasaan CH4 lebih tinggi jika dibandingkan dengan HF, karena basa konjugasi dari metana yang lebih mudah menyumbangkan elektron.





3. Efek Induksi
        Efek induksi merupakan suatu fenomena yang dipengaruhi oleh gugus pendorong elektron atau gugus penarik elektron. Efek induksi dapat menjelaskan suatu senyawa organik bersifat asam atau basa, ataupun menentukan mana yang sifatnya lebih asam atau lebih basa.
sebagai contoh, pada penentuan mana yang lebih bersifat asam antara asam metanoat dan asam etanoat
 
Dari contoh di atas, dapat ditentukan mana yang sifatnya lebih asam menggunakan teori efek induksi. Sebagaimana diketahui bahwa hidrogen cenderung bersifat sebagai pendorong elektron. Pada asam etanoat, gugus metil (dalam lingkar biru) terdiri dari tiga buah atom H yang sifatnya pendorong elektron. Hal ini menyebabkan elektron menumpuk pada atom karbon pusat (C kiral), sehingga atom O pada OH cenderung elektronegatif, yang menyebabkan atom H-nya sukar lepas. Sesuai dengan teori asam basa, apabila suatu senyawa melepaskan proton maka cenderung bersifat asam. karena pada asam etanoat cenderung sukar melepas elektron maka keasamannya cenderung lemah. Hal ini sedikit berbeda jika dibandingkan dengan asam metanoat. Pada asam metanoat, hanya ada satu atom Hidrogen sebagai gugus pendorong elektron, sehingga pada atom C pusat kurang terdorong. Hal ini menyebabkan atom O pada OH kurang elektronegatif sehingga atom H pada OH cenderung mudah lepas. Dari penjelasan di atas, diperkuat dengan nilai pKa dari asam metanoat lebih kecil dari asam etanoat sehingga sifatnya lebih asam.

Demikianlah penjelasan mengenai hal-hal yang mempengaruhi sifat keasaman dan kebasaan suatu senyawa organik. Terimakasih dan semoga bermanfaat.

Pertanyaan Diskusi
1. Bagaimana pengaruh jumlah gugus samping pada efek induksi?
2. Diantara senyawa berikut, manakah yang lebih asam? Mengapa? Jelaskan



DAFTAR PUSTAKA
Daley, R.F. and S. J. Daley. 1996. Organic Chemistry. USA: Wm. C. Brown Company.

49 komentar:

  1. Hai edy saya mencoba menjawab ya
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  2. Hai bang, materinya sangat bermanfaat. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan:
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif.

    BalasHapus
  3. Materi yang sangat menarik
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  4. terimakasih bang ilmunya
    jawabanya
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  5. Assalamualaikum.
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  6. Materinya bagus, bisa untuk belajar mandiri.
    Saya coba jawab ya.
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  7. Selamat malam bg edy..terima kasih buat materinya,mau coba jawab ya bg
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  8. Selamat malam bg edy..terima kasih buat materinya,mau coba jawab ya bg
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  9. Hallo Edy terimakasih untuk materinya, saya akan mencoba menjawab pertanyaan kedua.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  10. Terimakasih ed
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus

  11. 1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  12. 1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  13. Hai edy

    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.

    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif.

    BalasHapus
  14. Heyy edi terimakasih materinya menurut saya jawaban nomor 2.Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus

  15. 1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  16. Terima kasih atas materinya
    Menurut saya:
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  17. halo ediii , menurut saya
    Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.

    BalasHapus
  18. 2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  19. Terima kasih Edy

    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  20. terimakasih bang ilmunya
    jawabanya
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  21. terimakasih banged ilmunya
    jawabanya
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  22. Hallo edi.
    Terimakasih atas materinya.
    Menurut saya:
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.

    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif.

    BalasHapus
  23. Assalamualaikum bang,terimakasih atas materinya yang sangat bermanfaat. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan:
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif.

    BalasHapus
  24. Hai edi
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif.

    BalasHapus
  25. Materi yang menarik edy
    Untuk pertanyaan kedua, menurut saya Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  26. 1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  27. Materi yang sangat menarik
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  28. Materinya bagus bang. Menurut saya jawabannya
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  29. Hai edy

    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.

    BalasHapus
  30. Hai edy. Jawaban no 2:
    Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif.
    Semoga membantu

    BalasHapus
  31. terimakasih bang ilmunya
    jawabanya
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  32. 1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  33. Assalamualaikum.
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  34. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  35. Selamat malam bg edy..terima kasih buat materinya,mau coba jawab ya bg
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  36. Terimakasih materinyaa..
    saya akan menjawab pertanyaan pertama..
    Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.

    BalasHapus
  37. Terimakasih materinyaa..
    saya akan menjawab pertanyaan pertama..
    Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.

    BalasHapus
  38. 1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  39. Untuk jawaban nomor 1
    Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.

    BalasHapus
  40. Holla edyy
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  41. 1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  42. 1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  43. Hai edy saya mencoba menjawab ya
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  44. sangat bermanfaat materi anda pak edy, saya akan mencoba menjawabnya
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  45. Terimakasih atas materi yg sangat menarik
    Saya akan menjawab pertanyaan yg ada
    Menurut saya
    1.Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif
    Semoga bermanfaat

    BalasHapus
  46. Mantap bang , terimakasih atas ilmunya bang
    1.Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif
    Semoga bermanfaat

    BalasHapus
  47. trimakasih materinya sangat bermanfaat.
    Assalamualaikum .
    1 . Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam , begitu juga sebaliknya .
    2 . Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b . Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  48. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif

    BalasHapus
  49. Hai bang, materinya sangat bermanfaat. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan:
    1. Pada efek induksi, rantai samping sangat berpengaruh dalam penentuan sifat keasaman atau kebasaan suatu senyawa. Hal ini didasarkan dari sifat rantai samping sebagai gugus pendorong elektron atau gugus pendamping elektron. Semakin banyak jumlah gugus pendorong elektron, maka senyawa cenderung bersifat kurang asam, begitu juga sebaliknya.
    2. Di antara ketiga senyawa, yang memiliki sifat lebih asam yaitu senyawa b. Hal ini dapat dilihat dari basa konjugasinya berupa F yang memiliki sifat elektronegatif jika dibandingkan dengan senyawa a dan senyawa b yang cenderung kurang elektronegatif.

    BalasHapus

REAKSI SIKLOADISI

Reaksi Sikloadisi adalah reaksi antara dua molekul tidak jenuh yang mempunyai ikatan  membentuk suatu produk cincin jenuh Reaksi sikloa...